Merawat Kucing Persia

Merawat Kucing Persia yang Rentan Gangguan Pernapasan

Diposting pada

Tips Merawat Kucing Persia – Termasuk ras terpopuler berkat bulu indah dan sifatnya yang manis, kucing Persia dikenal membutuhkan banyak perawatan. Bukan hanya soal bulu panjang dan lembutnya, tapi juga rentan mengalami gangguan pernafasan brachycephalic.

Fitur wajah datar dan hidung pendek membuat kucing cantik ini sulit bernapas, mendengkur, batuk-batuk, bahkan sulit maan. Untungnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pemilik ras Persia.

Baca Juga: Hal – Hal Yang Diperlukan Untuk Merawat Kucing

Amati Gejalanya

Pemilik kucing Persia jadi orang yang bertanggungjawab untuk memeriksanya setiap hari jika ada sumbatan hidung dan masalah pernapasan. Bahkan saat mengalami flu, kucing akan menghirup dan menghembuskan napas melalui mulut dan justru memicu infeksi sinus.

Perhaikan tanda-tanda anabulmu mengalami sindrom saluran napas brachycephalic. Mulai dari banyak mendengkur saat tidur, mendengus saat bernapas, lidah ungu, batuk, dan lesu. Selain itu, kucing Persia biasanya tidak banyak berolahraga, tapi amati saat hewan peliharaan bermain untuk melihat jika mudah kehabisan napas.

Tips untuk Membantu Kucing Persia

Selain rutin memeriksa saluran pernapasannya, lakukan beragam hal untuk membuatnya merasa lebih nyaman. Salah satunya dengan menjaganya tetap di dalam ruangan ber-AC selama cuaca di luar panas dan lembap. Selain itu, perhatikan untuk memilih makanannya karena sifat kucing Persia yang dikenal suka pilih-pilih dan diperparah dengan masalah giginya.

Pahami Penyebabnya

Sindrom saluran napas brachycephalic tidak hanya dialami oleh kucing Persia, tapi juga Himalaya dan Burma yang memiliki tengkorak dan hidung yang lebih pendek dari kucing normal. Bentuk kepala yang unik sejak lahir berdampak pada lubang hidungnya menyempit, langit-langit lunak yang terlalu panjang, serta trakea kecil.

Semakin datar moncong Persia maka akan semakin sulit baginya untuk bernapas. Bahkan dalam kasus yang lebih ekstrim, mungkin memerlukan intervensi medis agar kucing dapat hidup dengan ‘normal’.

Pahami Faktor-Faktor Risikonya

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan pernafasan pada kucing Persia. Mulai dari obesitas, alergi, gembira berlebihan, maupun aktivitas fisik yang dapat membuat pernapasannya berubah cepat dan tidak bisa ditangani oleh saluran napasnya yang tersumbat. Masalah ini biasanya akan memburuk saat cuaca berubah hangat dan lembap, yang membuat ras Persia semakin terengah-engah.

Sumber: merdeka.com